Senin, 20 Januari 2014

FARMASI



Farmasi (bahasa Inggrispharmacybahasa Yunanipharmacon, yang berarti: obat) merupakan salah satu bidang profesionalkesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien(patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Kata farmasi berasal dari kata farma (pharma). Farma merupakan istilah yang dipakai pada tahun 1400 - 1600an.
Institusi farmasi Eropa pertama kali berdiri di Trier, Jerman, pada tahun 1241 dan tetap eksis sampai dengan sekarang.
Farmasis (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisionalapotek, dan di berbagai sarana kesehatan.

(Sumber : Wikipedia)

SUPPOSITORIA

Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya meleleh, melunak, atau melarut dalam suhu tubuh. Suppositoria dapat bertindak sebagai pelindung jaringan setempat atau sebagai pembawa zat terapeutik yang bersifat lokal atau sistemik. Bahan dasar suppositoria yang umum digunakan adalah lemak coklat, gelatin tergliserinasi, minyak nabati terhidrogenasi, campuran polietilen glikol, dan esterasam lemak polietilen glikol. (Depkes RI, 1995)
Bahan dasar suppositoria mempengaruhi pada pelepasan zat terapeutiknya. Lemak coklat capat meleleh pada suhu tubuh dan tidak tercampurkan dengan cairan tubuh, sehingga menghambat difusi obat yang larut dalam lemak pada tempat yang diobati. Polietilen glikol adalah bahan dasar yang sesuai dengan beberapa antiseptik, namun bahan dasar ini sangat lambat larut sehingga menghambat pelepasan zat yang dikandungnya. Bahan pembawa berminyak, seperti lemak coklat, jarang digunakan dalam sediaan vagina, karena membentuk residu yang tidak dapat diserap. Sedangkan gelatin jarang digunakan dalam penggunaan melalui rektal karena disolusinya lambat. (Depkes RI, 1995)

PERBEDAAN KAPSUL LUNAK DAN KAPSUL KERAS



Sebelum membahas apa itu kapsul lunak dan kapsul keras, pada postingan ini ditulis terlebih dahulu Perbedaan Kapsul Lunak dan Kapsul Keras, yaitu:

Kapsul keras :
- Terdiri dari dua bagian tutup tubuh
- Tersedia dalam bentuk kosong
- Umunya berbentuk serbuk
- Bentuknya hanya satu macam

Kapsul Lunak
- Elastis
- Bentuknya bervariasi
- Umumnya isinya cairan, pasta, suspensi
- Tidak tersedia dalam bentuk kosong
- Terdiri dari bagian bahannya dariu glatin lunak ditambah gliserin dan alkohol polipaten ditambah dengan sortibel supaya elastis.

Kapsul Gelatin Lunak 
Kapsul gelatin lunak dibuat dari gelatin dimana gliserin atau alkohol polivalen dan sorbitel ditambahkan supaya gelatin bersifat elasits seperti pelastik. Kapsul-kapsul ini yng mungkin bentuknya membujuer seperti elips atau seperti bola dapat digunakan untuk diisi cairan, suspensi dan bahan berbentuk pasti atau serbuk kering. Kapsul lunak yang kosong dibuat dan diberi segel dalam keadaan kedap udara ( unuk mencegah kempis dan saling melekat satu dengan yang lainnya ).

EMULSI

Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair. Berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi: emulsi gas, emulsi cair, dan emulsi padat.

Emulsi gas (aerosol cair)

Emulsi gas merupakan emulsi di dalam medium pendispersi gas. Aerosol cair seperti hairspray dan baygon, dapat membentuk sistemkoloid dengan bantuan bahan pendorong seperti CFC. Selain itu juga mempunyai sifat seperti sol liofob yaitu efek Tyndallgerak Brown.